Thursday, October 30, 2008

Pembiakan Cupang Hias

Cupang jantan dan betina dapat dibedakan dari sirip-sirip dan warna badan. Cupang jantan memiliki jari-jari sirip anal, punggung dan ekor yang tumbuh sempurna sedikit lebih panjang dibandingkan selaput yang menutupinya, sedangkan cupang betina tidak memiliki penonjolan dari jari-jari siripnya. Cupang jantan dewasa kelamin memiliki lebih banyak bintik-bintik hitam di punggung dibandingkan biasanya dibandingkan cupang betina yang tidak memilikinya. Ikan yang dipilih sebagai indukan berumur 6 - 7 bulan. Cupang dengan ukuran panjang tubuh 5 cm sudah siap untuk dipijahkan. Mengingat perkawinan cupang bersifat monogami, maka rasio kelamin antara jantan dan betina harus seimbang. Tempat pemijahan menggunakann akuarium kecil (20 x 40 cm, tinggi 20 cm), baskom, atau toples yang sudah direndam dengan larutan PK untuk menghindari jamur dan bibit penyakit.

Sebagai media pijah (substrat) digunakan tanaman air atau serabut rafia untuk tempat pelatakan busa. Untuk tanaman aponogeton sebaiknya diberi pecahan genteng untuk mencegah tumbang, eceng gondok bisa diletakkan begitu saja. Cupang dikenal sebagai ikan penyusun sarang busa sebelum melakukan pemijahan. Suhu air ideal adalah 25 oC dalam kisaran 21 oC - 31 oC. Kedalaman air 10 - 15 cm supaya air di dasar tidak terlalu dingin. Setelah penyusunan busa selesai, cupang betina akan meletakkan telur pada busa dan cupang jantan menyemprotkan sperma ke kumpulan telur untuk pembuahan. Telur-telur fertil akan menetas dalam 24 jam pada suhu 24 oC. Pada saat ini benih sangat kecil, harus di periksa dengan teliti untuk dapat melihat. 

Pembesaran

Benih sampai umur 2 - 3 hari tidak pelu diberi makan karena adanya cadangan kuning telur dalam tubuh. Hari ke-4 mulai diberikan plankton hasil pemupukan. Hari ke-7 sudah bisa diberikan kutu air, cacing sutera atau jentik nyamuk. Hari ke-10 anak cacing dipindahkan ke kolam pembesaran, dan diberi makanan cacing Tubifex sp atau Chironomus sp. Cupang jantan mempunyai bentuk dan warna tubuh yang lebih menarik ketimbang cupang betina, sehingga akan lebih menguntungkan untuk menghasilkan lebih banyak cupang jantan. Dalam masa degenerasi kelamin (telur ikan fase bintik mata yaitu 30 jam setelah pemijahan) diberikan hormon androgen (dilarutkan dalam larutan hormon 17 alpha metiltestosteron 20 mg/liter selama 8 jam). Ikan cupang mempunyai kebiasaan bertarung, biaanya mendekati umur 1 bulan naluri bertarung mulai muncul. mengingat aktivitas bertarung dapat melukai tubuh dan mengurangi keelokan maka penting untuk menghalangi munculnya sifat merugikan tersebut. Penangkar biasanya tidak mengganti air mulai dari bertelur sampai umur 1 bulan (karena air bersih merangsang aktivitas hormonal cupang yang mengarah kepada agresivitas) dan menggunakan tanaman air hidrilla untuk menghindarkan pertemuan langsung antar cupang yang bisa menyebabkan pertarungan.

Selamat Mencoba ^^

No comments: